tiga perasaan yang males banget buat dirasain tapi mau gak mau harus dirasakan.
sabar.
kecewa.
patah hati.
dan tiga perasaan itu akan berujung pada sebuah perasaan galau, yang kalau jaman sekarang definisinya udah macem-macem. menurut saya pribadi, galau itu semacam bimbang. tapi kalo jaman sekarang galau itu lebih mengarah ke love life yang menyedihkan dan tragis. dan semua itu disebabkan oleh sikap labil.
sabar.
jakarta keras. dunia panas. hidup susah.
intinya harus sabar. sabar dalam segala bidang.
love life, sekolah, kuliah, pekerjaan, pertemanan, dan sebagainya.
sebenernya untuk sabar itu simple tapi terkadang hati gak kuat untuk sabar.
hati dan pikiran gak sejalan. pikiran berkata untuk sabar dan tetap tenang, tapi apa mau dikata bila hati tak kuasa dan memaksa untuk merasakan apa yang seharusnya dapat dihindari dengan kesabaran.
apa daya, suara hati jauh lebih keras dari pada pikiran. dan hati seutuhnya menguasai seluruh jiwa dan raga. sehingga sangat sulit untuk sabar.
namun dipaksakan untuk sabar dan akhirnya berujung nyesek.
namun tetap dijalani.
kecewa.
sabar yang tiada ujung mengakibatkan kekecewaan.
berusaha sekuat tenaga untuk selalu bersabar namun tidak ada hasil yang sesuai dengan keinginan dan dengan mudahnya usaha itu terbuang sia-sia.
dan alhasil hanya kecewa yang tersisa di dalam hati.
dengan tetap tegar dan berusaha sekuat tenaga melawan kekecewaan dan meskipun berat tetapi kehidupan harus terus berjalan.
patah hati.
perasaan yang paling menjijikan, menyebalkan, menyakitkan, dan sebangsanya.
muara dari perasaan sabar dan kecewa.
ujung dari segala perjuangan dan pengharapan yang dengan sia-sia musnah begitu saja dan menghilang tanpa jejak.
namun patah hati dapat tidak berlangsung lama, tetapi tergantung kepada orang yang merasakannya dan bagaimana cara orang terserbut menyikapinya.
cepat atau lambat perasaan ini harus cepat dihilangkan, karena waktu terus berputar dan tidak ada waktu untuk terus merasakannya dan hidup dalam kekecewaan yang sama
hidup harus terus berjalan apapun yang terjadi. jangan pernah kembali menengok ke belakang dan terpuruk dalam hal yang sama. itu hanya membuang waktu.
waktu tidak pernah berhenti untuk menunggu kita terpuruk pada satu hal yang sama dan hidup harus terus berjalan karena waktu berjalan sangat cepat.
:-)
No comments:
Post a Comment